Sejarah

Indonesia adalah negera yang sangat luas dengan sumber daya dan keadaan masyarakat yang sangat beraneka ragam. Keadaan negera kepulauan yang terdiri dari 17.508 pulau dan jumlah penduduk 237 juta (keempat terbesar di dunia) menjadi tantangan dalam menjalankan pembangunan yang merata dan adil pada seluruh bagian wilayah Indonesia. Karena itu proposal ini disusun atas prinsip pembangunan yang meluas, merata dan menjangkau ke seluruh wilayah dan penduduk Indonesia khususnya dalam sektor pendidikan tinggi yang dapat memberikan dampak percepatan terhadap pengembangan pendidikan di tingkat dasar dan menegah. Pembangunan pendidikan tinggi sangat krusial dalam mencetak sumberdaya manusia yang mumpuni dan mampu mengolah sumberdaya alam secara efektif untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu tujuh buah universitas yang terletak tersebar di wilayah Indonesia, yaitu Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Syiah Kuala, mencoba menyusun program pembangunan dan pengembangan universitas secara bottom-up dengan menekankan pada keunggulan-keungulan ekonomi dan sumberdaya di wilayah masing-masing, serta pengembangan sumberdaya manusia yang koheren dan berkelanjutan

Tujuh universitas yaitu UNY, UNG, Unesa, Unsrat, Untan, Unlam, dan Unsyiah akan bekerjasama dalam sebuah konsorsium untuk mengembangkan lulusan yang berkualitas, kompeten, dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat memberi pengaruh pada pengembangan kekuatan bangsa. Konsorsium yang terdiri dari tiga universitas kependidikan dan empat universitas non kependidikan yang mewakili keseluruhan wilayah Indonesia, akan bekerjasama dalam memperluas akses terhadap pendidikan tinggi, menyusun kurikulum yang relevan, menyediakan laboratorium, infrastruktur dan fasilitas, sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berwawasan jauh ke depan

Keragaman wilayah menjadikan pengembangan setiap universitas menjadi unik. Unsyiah akan memainkan peranan penting dalam pembangunan Koridor Sumatera yang menjadi pusat pengembangan pangan dan energi, dengan fokus pada (1) penguatan sains dan aplikasinya, (2) pemberantasan dan pencegahan penyakit ternak, dan (3) pemanfaatan sumber daya kelautan dan pesisir di sepanjang 1800 km garis pantai provinsi Aceh. UNY dan Unesa akan mendukung Koridor Jawa dalam membangun industri dan jasa nasional. Dalam hal ini kedua universitas berperanan dalam melatih dan mempersiapkan tenaga guru untuk tingkat SD, SMP, dan SMA yang dibutuhkan di wilayah ini. UNY akan mebangun model pendidikan kejuruan, sementara Unesa memperkuat pendidikan matematika dan sains. Kedua universitas ini juga memiliki bidang-bidang non kependidikan

Unlam dan Untan memegang posisi strategis dalam Koridor Kalimantan yang dikembangkan sebagai pusat pertambangan dan sumberdaya energy. Kedua universitas ini akan mengembangkan sumberdaya manusia yang mampu mencari dan mengolah sumberdaya pertambangan dan energy di kawasan ini melalui perbaikan kurikulum, fasilitas belajar, dan kualitas staf pengajar. Pengembangan Koridor Sulawesi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan pertambangan nikel dapat didukung secara signifikan oleh UNG dan Unsrat. UNG berperanan dalam mempersiapkan guru yang memiliki keunggulan dalam bidang sosial budaya dan kearifan lokal. Sementara Unsrat akan fokus pada Studi Pasifik, sehingga keunggulan geografis posisinya pada pinggir Lautan Pasifik dapat dimanfaatkan dengan baik

Outcome

Kegiatan-kegiatan perbaikan dilaksanakan oleh masing-masing universitas secara terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing universitas. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proyek ini pada ketujuh universitas adalah sebagai berikut:
1. Pembangunan gedung (Civil Works)
2. Pengadaan peralatan laboratorium dan furniture (Procurements of equipment and furniture)
3. Pengembangan kurikulum (Curriculum Development)
4. Pemberian beasiswa dan training (Fellowship and Training Scheme)
5. Hibah riset (Research Grant)
6. Pengembangan E-learning
7. Lokakarya Pendahuluan, Review, dan Kunjungan Familiarisasi (Start up Workshop, mid-term review, and familiarization)


Ouput

Hasil yang diharapkan dari proyek ini adalah: (1) peningkatan kompetensi lulusan, (2) peningkatan kompetensi lulusan, (3) waktu tunggu lulusan yang lebih singkat, (4) Kenaikan gaji pertama dari lulusan, (5) peningatan APK, (6) peningkatan tingkat akreditasi program studi dan ISO, (7) peningkatan kompetensi dan kualifikasi dosen dan staf akademik lainnya, (8) peningkatan pelayanan pendidikan, (9) peningkatan kompetensi guru, dan (10) peningkatan kualitas tata kelola.
Dampak dari proyek ini adalah sebagai berikut: (1) peningkatan produktivitas angkatan kerja, (2) penguatan pertumbuhan ekonomi, (3) peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah, dan (4) mempromosikan Indonesia ke jenjang internasional.

Logical Frame

Plants: image 1 0f 4 thumb

Project Period

Proyek ini akan berlangsung selama 48 bulan. Kegiatan diperkirakan akan dimulai dari bulan Januari 2014 hingga bulan Desember 2017.

Rencana Anggaran

Plants: image 1 0f 4 thumb

Indikator Kinerja Pemantau dan Evaluasi

Plants: image 1 0f 4 thumb

Struktur Organisasi PMU

Plants: image 1 0f 4 thumb
Berlokasi di DIKTI Jakarta



Struktur Organisasi PIU UNTAN

Plants: image 1 0f 4 thumb

2013 - Proyek 7 in 1 UNTAN - jpj. [email protected]
Download Full Movie
Tempat Wisata di Bali